Kamis, 27 November 2014













Manusia dan Penderitaan

Manusia 
Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi dan makhluk hidup paling sempurna ciptaan tuhan . Manusia memiliki perbedaan baik secara biologis maupun rohani. Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik sedangkan secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya.Manusia juga digolongkan berdasarkan usia mulai dari janin, bayi, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa dan orang tua. 


Penderitaan 
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan atau kesengsaraan adalah pengalaman kesusahan dan derita seorang individu . Penderitaan bisa dalam bentuk fisik maupun mental. Tingkat penderitaan pun dari ringan hingga tak tertahankan. Penderitaan memiliki faktor yang dapat memperburuk keadaan seperti faktor waktu dan sebagainya. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. sebab sebab munculnya penderitaan yaitu karena penderitaaan yang timbul karena penyakit,Penderitaaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia,musibah gejala alam dll.

Kesimpulan 
Pada hakikatnya adalah manusia dan penderitaan itu berdampingan, karena penderitaan merupakan rangkaian dari kehidupan. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan. Penderitaan itu dapat teratasi tergantung bagaimana seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan. Tidak semua penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat. Karena penderitaan yidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya. Agar manusia tidak mengalami penderitaan yang berat, maka manusia itu harus menjaga sikap dan kelakuannya dengan baik terhadap siapapun maupun Tuhan Yang Maha Esa. Dan percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umat manusia.  Karena Tuhan menguji kita agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dalam menghadapi penderitaan setiap orang pasti melakukan hal yang berbeda, ada yang menyikapinya dengan tindakan positif dan ada juga dengan tindakan negatif, misalkan yang positif ia akan lebih berusaha agar tidak mendapatkan penderitaan yang ia sudah alami bahkan bisa menjadikannya sebagai sebuah peluang dalam melakukang sebuah inovasi baru. Sedangkan yang negatif ia akan trauma dan membuat kondisi dirinya menjadi tidak labil karena terlalu berlebihan menyikapi penderitaannya dan bahkan sampai ingin bunuh diri. Untuk itu kesehatan rohani setiap orang harus dijaga agar terhindar dari kekalutan mental yang bisa merusak psikis kita.

Selasa, 21 Oktober 2014

ILMU BUDAYA DASAR

Rabu , 22 oktober 2014
 
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL BESERTA CONTOH KASUS DAN PENYELESAIANNYA
(TUGAS)
Diajukan untuk memenuhi tugas perkuliahan seni budaya dasar


Disusun Oleh :


FAUZIATUL ASNI
14214084

  
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
 




PENGERTIAN MANUSIA

•Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling indah dan paling tinggi derajatnya.Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi ini, atau bahkan di seluruh alam semesta ini. Apakah artinya predikat paling indah, paling indah itu ? Yang dimaksud dengan keindahan artinya rasa senang dan bahagia.
.
MANUSIA  SEBAGAI  MAKHLUK  INDIVIDU

Manusia sebagai Makhluk Individu adalah Individu yang berasal dari kata “in” dan “divided”. Dalam bahsa inggris ‘in’ salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan divided artinya terbagi. Jadi individu ialah suatu kesatuan yang tidak dapat terbagi dan dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum, artinya yang tak terbagi. Dalam bahasa inggris individu berasal dari katain dan divided.katain salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan individed artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan.artinya rasa senang dan bahagia.Dalam arti yang lebih luas predikat paling indah itu dapat diartikan bahwa tiada satupun makhluk ciptaaan Allah yang menyamai keberadaan manusia yang mampu mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan di mana pun dan di saat apapun, baik untuk dirinya maupun untuk makhluk lainnya. Suatu kesatuan.Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani,unsur fisik dan psikis. Unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.Bila seseorang hanya tinggal raga, fisik, atau jasmaninya saja, maka dia tidak dikatakan sebagai individu. Jadi pengertian manusia sebagai mahluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Sekalipun orang itu terlahir secara kembar, mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama. Setiap anggota fisik manusia tidak ada yang persis sama, meskipun sama-sama terlahir sebagai manusia kembar.Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama, tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail, maka akan terdapat perbedan-perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk, ukuran, sifat dan lain-lainnya. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik pada perbedaan fisik maupun psikis.
            Ciri seorang individu dapat juga dikenali lewat ciri fisik dan biologisnya. Lewat ciri fisiklah dimana seseorang dapat mudah dikenali, dari bentuk wajahnya, warna kulit, bentuk badan, dll. Kalau dilihat dari sifat atau karakter, ada orang yang egois, sabar, pendiam, cerewet, dll.

Kasus manusia sebagai makhluk individu :
 
Contoh kasus 1 :
Orang yang biasa hidup di sederhana di desa berbeda dengan orang sudah lama menetap di metropolitan.Orang pedesaan umumnya biasa hidup sederhana, memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi , gotong royong antar sesama dan sikap sopan santun atar masyarakat. Berbeda dengan orang metropolitan yang biasanya memiliki rasa kekeluargaan yang rendah, cenderung melakukan apa apa sendiri,kurang bersosialisasi antar masyarakat ,tidak bergotong royong antar masyarakat dan kurangnya sifat sopan dan santun sibuk dengan urusan pribadi tidak ada rasa bersosialisasi.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
 Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu :
a.       Proses Asosiatif, yang terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi,
dan akulturasi.
b.      Proses Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan
pertentangan/ pertikaian/konflik.

Kasus manusia sebagai makhluk sosial :
Contoh 1 :



Saat seseorang ingin bergotong royong membangun masjid yang besar seseorang tersebut tidak mungkin membangun masjid sendiri maka akan membutuhkan keahlian seseorang lain yang dapat membangun masjid tersebut dan membutuhkan kerjasama saling bergotong royong antar masyarakat .

Contoh 2 : 

 

ketika kita kepasar membeli barang untuk memenuhi kebutuhan  yang ingin kita beli  pasti kita membutuhkan seseorang yang menjual barang tersebut. Adanya transaksi jual beli yang terjadi dipasar antara pembeli dan penjual itu adalah interaksi sosial diatara individu lain dan suatu kelompok atau masyarakat .

A.    Kesimpulan

  Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya.Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial karena tidak bisa hidup dengan individu, namun ada kalanya manusia bisa menjadi manusia yang hidup (individu) yang mempunyai sifat yang unik dan berbeda beda, biasanya manusia menjadi makhluk yang individu itu juga dikarenakan kepentingan pribadi yang orang lain tidak boleh mengetahuinya. Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan dalam lingkungannya.

Referensi :
Muhammad, Abdulkadir. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti