’’ USAHA
BISNIS PADA CAFÉ RAGUSA ES ITALIA ”
Disusun oleh:
Kelompok 3
Elia Samsir
(13214494)
Eka Arumsih Putri (1D214000)
Fauziatul Asni
(14214084)
Hilda Dita Rizkia (14214987)
Nur Farida (18214153)
KELAS 3EA36
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
Mata Kuliah: Etika
Bisnis
Dosen: Widyatmini
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan
yang pesat pada usaha / bisnis rumah makan menimbulkan tingkat pesaing yang
tinggi dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pembisnis perlu menerapkan strategi
pemasaran yang tepat untuk lebih memperkenalkan keberadaan produk dan
meningkatkan target pasar. Dalam menjalankan strategi pemasaran harus terlebih
dahulu mengetahui keadaan umum usaha yang dijalankan yang mencakup jenis
pasar,etika dalam pasar kompetitif atau etika dalam pasar global dan lingkungan
pemasaran.
Kompetisi
antara perusahaan dalam merebutkan pelanggan akan menuju pada inovasi dana
perbaikan produk dan yang pada akhirnya pada harga yang lebih rendah. Sebuah
perusahaan yang memimpin pasar dapat dikatakan sudah mencapai keunggulan
kompetisi.
Salah
satu usaha yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah Café Ragusa Es Italia yang bergerak dalan hal menjual makanan dan
minuman. tidak hanya itu usaha ini juga memiliki beberapa cabang, dan Cafe
Ragusa Es Italia juga memiliki potensi
yang cukup besar untuk berkembang terlihat dari besar nilai penjualannya. Pada
awal pendirian Café Ragusa Es Italia menggunakan sistem manajemen kekeluargaan,
dan hal tersebut membuat Cafe Ragusa Es Italia sulit untuk mengembangkan
usahanya. Hingga pada tahun 2012 Café Ragusa Es Italia mulai dapat membenahi
masalahnya. Dan pada akhirnya Cafe Ragusa Es Italia pun memiliki sejumlah
pesaing-pesaing yang memiliki pangsa pasar yang sejenis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Etika
dalam pasar kompetitif
A.
Pasar
Persaingan Sempurna
Suatu
pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, barang yang didagangkan
adalah barang homogen atau barang yang sama dan penjual tidak memiliki
kebebasan dalam menentukan harga. Dalam pasar persaingan sempurna produsen bisa
keluar masuk pasar dengan sangat mudah. Dilihat persaingan diluar harga, pasar
persaingan sempurna tidak meiliki persaingan diluar harga.
B.
Pasar
Monopoli
Pasar
monopoli merupakan suatu pasar yang hanya memiliki satu penjual saja sehingga pembeli tidak
punya pilihan dan penjual memiliki pengaruh besar dalam perubahan harga. Dalam
pasar monopoli hanya terdapat satu perusahaan atau penjual. Dan barang yang
didagangkan pada pasar monopoli adalah barang yang unik atau langka.
C.
Pasar
Oligopoli
Pasar
oligopoli yaitu pasar hanya terdapat beberapa produsen didalamnya yang saling
mempengaruhi dan bersaing dalam kualitas barang. Pasar oligopoli memiliki
sedikit perusahaan atau produsen. Dengan menghasilkan barang standar atau
berbeda cora, dalam pasar oligopoli adakalanya produsen tangguh dan adakalanya
lemah dalam mempengaruhi harga serts cukup sulit bagi produsen untuk keluar
masuk pasar.
D.
Monopoli
Dan Dimensi Etika Bisnis
Dari
sisi etika bisnis, pasar monopoli dianggap kurang baik dalam mencapai
nilai-nilai moral karena pasar monopoli tak teregulasi tidak mampu mencapai
ketiga nilai keadilan kapitalis, efisiensi ekonomi dan juga tidak menghargai
hak-hak negatif yang dicapai dalam persaingan sempurna.
E.
Etika Di Dalam Pasar Kompetitif Sempurna
Pasar
bebas kompetitif sempurna mencakup kekuatan-kekuatan yang mendorong pembeli dan
penjual menuju apa yang disebut titik keseimbangan. Dalam hal ini pasar
dikatakan mampu mencapai tiga moral utama :
1. Mendorong
pembeli dan penjual mempertukarkan barang dalam cara yang adil
2. Memaksimalkan
utilitas pembeli dan menjual dengan mendorong mereka mengalokasikan,
menggunakan, dan mendistribusikan barang-barang dengan efisiensi sempurna.
3. Mencapai
tujuan-tujuan tersebut dengan suatu cara yang menghargai hak pembeli dan
penjual untuk melakukan pertukaran secara bebas.
F.
Kompetisi
Pada Pasar Ekonomi Global
Kompetisi
mempunyai pengertian adanya persaingan antara perusahaan untuk mencapai pangsa
pasar yanga lebih besar. Kompetisi antara perusahaan dalam merebutkan pelanggan
akan menuju pada inovasi dana perbaikan produk dan yang pada akhirnya pada
harga yang lebih rendah. Sebuah perusahaan yang memimpin pasar dapat dikatakan
sudah mencapai keunggulan kompetisi. Kompetisi baik bagi perusahaan karena akan
terus mendorong adanya inovasi, ketekunan dan membangun semangat tim. Sekali
pun demekian, tidak selamanya kompetisi selalu baik karena kita harus
memastikan bahwa para pesaing perusahaan kita tidak akan mencuri pelanggan
kita.
Ada 3 model kompetisi dalam dunia
bisnis, yaitu :
1. Kompetisi
manufaktur
2. Kompetisi
penjualan
3. Mode-model
kompetisi
Jadi indonesia memiliki daya atau
kemapuan saing untuk berkompetisi dalam pasar global. Belum lagi faktor-faktor
lain yang tidak diuraikan dalam. Jika ingin mendorong perusahaan-perusahaan
diindonesia untuk mengekspansi saya-sayapnya pada skala ASEAN pada MEA dan AFTA 2015 (untuk jangka pendek
), maupun pada skala global ( untuk jangka panjang ), beberapa hal yang
tertinggal terlebih dahulu harus dikejar dan dibenahi secara makro. Pertama,
membentuk SDM yang kuat dan profesional. Kedua, dalam rangka peningkatan
produktifitas dan efisiensi, teknologi-teknologi sebagai alat produksi perlu
dimutakhirkan, dengan harapan bisa menurunkan biaya produksi.
2.2
Teori Ekonomi Makro
Pada dasarnya teori ekonomi makro adalah
sebuah teori yang mempelajari dan membahas tentang segala peristiwa, fenoma
atau masalah-masalah yang terkait dengan ekonomi secara keseluruhan atau dalam
ruang lingkup besar. Ekonomi makro juga merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang
memfokuskan kajian terhadap mekanisme kerja perekonomian suatu bangsa secara
menyeluruh. Karena pada dasarnya ekonomi makro memiliki tujan yaitu untuk
mengerti dan memahami peristiwa atau kejadian seputar perekonomian dan berusaha
untuk membuat suatu rumusan yang menjadi solusi
untuk memperbaiki kebijakan ekonomi yang ada. Selain itu dalam ekonomi
makro ini ada beberapa hubungan yang terjadi. Hubun gan yang dibahas didalamnya
meliputi hubungan antar variabel yang agregatif.
2.3.
Data Dan Profil Usaha
2.3.1.
Profil Dan Sejarah Objek Usaha
Kami mengambil objek usaha pada Café Ragusa Es Italia yang
beralamat di jalan Veteran I
No.10,Gambir, Jakarta
atau tepatnya di depan warung
sate. Cafe Ragusa
Es Italia berdiri sejak 9 Febuary 2007, pada 10 April 2010 Café Ragusa Es Italia
tutup untuk sementara waktu dikarenakan terdapat beberapa kendala dan sistem
usaha yang masih menggunakan sistem kekeluargaan sehingga menghambat beberapa
proses usaha yang sudah berjalan. 12
November 2011 Cfae Ragusa Es Italia
kembali buka dengan kepemilikan usaha yang baru dan sistem yang sudah dirubah
termasuk penambahan beberapa menu serta penghapusan beberapa menu yang kurang
diminati. Dan pada akhirnya Café Ragusa
Es Italia memiliki ciri khas dengan menu ice cream
dengan harga yang terjangkau murah dan bisa dinikmati oleh semua kalangan baik
dari anak kecil maupun dewasa.
2.3.2.
Struktur Organisasi
Dalam sebuah usaha, baik usaha kecil atau
besar diperlukan adanya struktur organisasi, agar perusahaan tersebut bisa
mencapai tujuan. Adapun struktur organisasi yang berada di dalam Cafe Ragusa Es Italia ini adalah sebagai berikut :
·
Owner : Pemilik Cafe
dan sekaligus pimpinan bagi seluruh bagian atau karyawan dalam Cafe tersebut.
Ø Owner
: Iyan Hendriyansyah
·
Manajer/Kepala Toko :
Seseorang yang telah ditunjuk sebagai kepala operasional Cafe. Mengawasi jadwal
operational dicafe supaya selalu dapat memberikan dan menyajikan kualitas
pelayanan secara maksimal.
Ø Manager
/ Kepala Toko : Nadra
·
Supervisor : Seseorang
yang diangkat dan diberi tugas serta wewenang untuk melakukan pengawasan dalam
kegiatan operasional. Supervisor dibebankan tugas – tugas yang mencakup hal
teknis dan non teknis yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
Ø Supervisor
: Dikha Fajriyansyah
·
Chef : Seseorang yang
bertanggung jawab dalam operasional produksi diCafe. Tugas dan tanggung jawab
chef antara lain, Mengelola dapur, Menyusun menu, Membuat standart recipe
beseta food cost nya, Membuat purchase order (Bahan-bahan), Mengawasi jalannya
operasional dapur, Dan sebagainya.
Ø Chef
: Rendy
·
Waiter / Waitress :
Sekelompok orang yang bertugas melayani kebutuhan pesanan pengunjung Cafe.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain, Menyajikan makanan dan minuman pesanan
dengan cara efisien dan sopan untuk mendapatkan kepuasan tamu dan sesuai dengan
prosedur yang ditetapkan, Menjaga meja, kursi dan peralatan rapi sepanjang
waku, Melakukan tugas – tugas lain yang ditetapkan oleh kebijakan manajemen,
Dan sebagainya.
Ø Waitress
: Nindya, Nity, Shasa, Eli Marlina, Nurul Huda.
·
Cook Helper :
Sekelompok orang yang membantu kerja chef dalam opersional dapur. Cook helper
sebagai pelaksana yang
bekerja atas perintah
atasannya. Kepangkatan mereka dinilai berdasarkan
kecakapan / kemampuan dans lamanya bekerja.
Ø Cook
Halper : Hafiz
2.4.
Hasil Penelitian Dan Alisisi atau Pembahasan
2.4.1.
Unsur – unsur Utama Pemasaran
2.4.1.1.
Unsur Strategi Persaingan
Untuk
mencapai hasil yang maksimal Cafe Ragusa
Es Italia menggunakan beberapa unsur strategi
persaingan yaitu :
1)
Segmentasi pasar
Cafe
Ragusa Es Italia adalah usaha
yang sedang dalam tahap pengembangan. Cafe Ragusa
Es Italia menyadari bahwa didalam memasuki pasar
persaingan sejenis banyak sekali kendala – kendala yang harus diadapi, terutama
dengan usaha sejenis yang sudah ada terlebih dahulu. Cafe Ragusa Es Italia dituntut agar konsumen dapat
menjadi pelanggan tetap dan tidak berpindah ktangan pesaing.
Usaha
yang dilakukan oleh Cafe Ragusa Es Italia
untuk mendapatkan konsumen/pangsa pasar adalah dengan cara menentukan terlebih
dahulu dengan jelas siapa yang akan dijadikan pasar sasarannya atau dengan kata
lain menentukan segmen pasarnya. Dasar yang dipakai untuk menentukan segmentasi
pasar ini adalah faktor demografis yaitu jenis kelamin yang lebih
dititikberatkan kepada wanita dkalangan remaja dan usia yang menjadi sasaran
utama adalah berkisar antara 15 tahun – 30 tahun. Ini dikarenakan Cafe Ragusa Es Italia sendiri
memiliki chiri khas dalam produknya yaitu mengkombinasikan berbagai menu dengan
menggunakan ice cream dengan berbagai rasa. Tentu dikalangan para wanita ice
cream menjadi makanan yang paling digemari dan dicari dipasaran. Cafe Ragusa Es Italia juga
mennsegmentasikan pasarannya berdasarkan tingkat ekonomi, dimana segmentasi
yang dituju adalah tingkat ekonomi menengah keatas. Hal ini dapat dilihat dari
penentuan harga produk yang dimiliki Café Ragusa Es Italia. Dengan sasaran segmen
pasar yang jelas dan pasti, otomatis akan mempengaruhi persaingan terhadap
pasar yang dikuasai oleh para pengusaha lainnya yang sejenis.
2)
Targeting
Cafe
Ragusa Es Italia sendiri
memiliki hanya
satu segmen pasar yang akan dimasuki. Ini dikarenakan menu pada Cafe Ragusa Es Italia semuanya bisa
dinikmati oleh kalangan masyarakat
berbagai kalangan umur. Maka dari itu tindakan yang
dipilih untuk menentukan segmentasi pasar yang akan dimasuki adalah dengan cara
menyediakan menu yang bervarian agar bisa dinikmati oleh semua kalangan
masyarakat. Untuk sekarang ini Cafe Ragusa
Es Italia sendiri hanya memiliki kurang lebih 21 menu
yang bertemakan es krim.
2.4.1.2. Stategi Bauran Pemasaran Cafe Stiff Chill
Gelato
Strategi
Bauran pemasaran yang diterapkan oleh Café
Ragusa Es Italia dalam meningkatkan penjualan Adalah 4P.
oleh karena itu dalam analisis ini akan dibahas mengenai evaluasi bauran
pemasaran yang digunakan terhadap tujuan usaha tersebut meliputi :
1) Strategi
Produk (Product)
Dalam strategi produk
ini, Cafe Ragusa Es Italia
berusaha untuk menekankan pada produk-produk yang ditawarkan disesuaikan dengan
berbagai macam jenis serta permintaan masyarakat yang ada sehingga diharapkan
akan dapat mencapai sasaran yang luas. Usaha
ini sangat mengutamakan kualitas mutu, rasa, dan variasi produk yang
ditawarkan kepada masyarakat, karena mutu, rasa, dan variasi produk sangatlah
penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan memberikan rasa puas kepada
konsumen dengan memberikan produk - produk yang terbaik. Adapun Produk yang
dtawarkan oleh Cafe Ragusa Es Italia
yaitu :
·
Ice
Cream
REGULAR FLAVORED
Ø Mocca
Ø Vanilla
Ø Chocolate
Ø Strawberry
Ø Nougat
PREMIUM FLAVORED
Ø
Durian
Ø
Raisin
MIXED FLAVORED
Ø
Coupe de maison
Ø
Special mix
FANCY FLAVORED
Ø
Chocolate Sundae
Ø
Tutti Frutti
Ø
Cassata
Siciliana
Ø
Banana Split
Ø
Spaghetti Ice
Cream
BEVERAGES
Ø
Lemon Ice Tea
Ø
Orange Juice
Ø
Lemon Squash
Ø
Lemon Squash
Soda
Ø
Ice Cream Soda (
V, C, or S)
Ø
Cola Float
Ø
Orange Float
2) Strategi
Pentapan Harga (Price)
Setiap usaha menerapkan
strategi pemasaran harga jual yang dinilai tepat, hal ini dimaksudkan selain
untuk mendapatkan keuntugan yang paling baik bagi usaha tersebut yaitu dengan kualitas
produk yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau. Adapun daftar
harga produk dari Cafe Ragusa Es Italia,
yaitu :
·
Ice
Cream
REGULAR FLAVORED
Ø Mocca : Rp. 15.000
Ø Vanilla : Rp. 15.000
Ø Chocolate : Rp. 15.000
Ø Strawberry : Rp. 15.000
Ø Nougat : Rp. 20.000
PREMIUM FLAVORED
Ø
Durian : Rp. 20.000
Ø
Raisin : Rp. 20.000
MIXED FLAVORED
Ø
Coupe de maison : Rp. 20.000
Ø
Special mix : Rp.
25.000
FANCY FLAVORED
Ø
Chocolate Sundae : Rp. 25.000
Ø
Tutti Frutti : Rp.
30.000
Ø
Cassata
Siciliana :
Rp. 30.000
Ø
Banana Split : Rp.
35.000
Ø
Spaghetti Ice
Cream : Rp.
35.000
BEVERAGES
Ø
Lemon Ice Tea : Rp. 10.000
Ø
Orange Juice : Rp.
10.000
Ø
Lemon Squash :
Rp. 15.000
Ø
Lemon Squash
Soda : Rp.
20.000
Ø
Ice Cream Soda (
V, C, or S) : Rp. 20.000
Ø
Cola Float : Rp.
25.000
Ø
Orange Float : Rp.
25.000
3)
Strategi Promosi (Promotion)
Dalam pemasaran, kegiatan promosi
merumakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan, karena melalui kegiatan
promosi suatu usaha memasarkan serta menawarkan pelayanan kepada konsumen
sehingga dapat memberi kesan kepada konsumen mengenai usaha tersebut.
Dalam
memasarkan produknya, Cafe Ragusa Es
Italia melakukan bentuk promosi dengan cara memberikan bentuk free menu atau
bebas memesan menu apapun jika berulang
tahun.
4) Strategi
Tempat Pendistribusian (Place)
Strategi Distribusi
atau tempat merupakan masalah penentuan tempat yang tepat dalam memasarkan
produk-produk yang ditawarkan ke pasar. Apakah telah ditentukan suatu bentuk
usaha tepat dari lokasi pasar sasaran, segi akses jalan, maupun situasi
lingkungan sekitar. Lokasi yang ditentukan Café
Ragusa Es Italia sudah cukup memenuhi kriteria tersebut.
lingkungan penjualan
Cafe Ragusa Es Italia dekat
dengan pusat keramaian kota seperti sekolah, pinggir jalan raya dan dekat
dengan pasar. Dari lingkungan tempat Cafe Ragusa Es Italia dijalankan bisa
dsimpulkan bahwa para penikmatnya adalah dikalangan
para pelajar.
5) Strategi
Perorangan (People)
Yang dimaksud people
disini adalah semua pelaku yang memainkan peran penting dalam penyajian jasa
sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembelian. Cafe Ragusa Es Italia sendiri
memiliki 5
pelayan yang bertugas untuk melayani para kosumen. Cafe Ragusa Es Italia memiliki
kriteria sendiri untuk memilih karyawan dalam pelayanan dengan standar yang
ditentukan. Café Ragusa Es
Italia lebih memilih wanita untuk melayani konsumen atau
pelanggan itu dikarenakan wanita memiliki daya tarik yang lebih dibandingkan
pria. Standarisasi yang dtentukan seperti, harus berpenampilan menarik, pintar
berbicara, pintar menawarkan produk atau menu yang dsajikan, dan memiliki rupa
yang menarik. Semua kriteria yang dibuat atau dtentukan oleh pemilik usaha
dikarenakan ingin mencari nilai tambah dalah hal pelayanan agar para konsumen
atau pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Cafe Ragusa Es Italia.
6) Strategi
Proses ( Process )
Process adalah kegiatan
yang menunjukan bagaimana pelayanan diberikan kepada konsumen selama melakukan kegiatan
dalam usaha. Produk atau jasa yang
telah diberikan oleh Cafe Ragusa Es Italia sangat baik sehingga terbuka oleh setiap
masyarakat luas. Dalam melayani konsumen Ragusa Es Italia sendiri memberikan pelayanan yang maksimal dari
pemesanan makanan ataupun minuman yang akan dipesan konsumen. Saat konsumen
datang pelayan akan melayani konsumen secara ramah dan sopan saat akan melayani
dengan cara menyapa atau memberi salam lalu pemperkenalkan namanya dan
menawarkan atau memberikan menu sambil melakukan basa-basi seperti mengajak
ngobrol atau membicarakan hal lain sehingga konsumen tidak merasa bosan dengan
pelayanan yang diberikan. Setelah konsumen memesan dan pelayan mencatat dalam
buku menu, koki menyediakan pesanan dengan cepat, tepat, dan dengan cita rasa khas
dari Cafe Ragusa
Es Italia sendiri.
Setelah pesanan selesai pelayan mengantarkan pesanan kekonsumen. Semua itu
dilakukan demi memberikan rasa puas akan pelayanan yang diberikan oleh Café Ragusa Es Italia.
7) Stategi
Pemasaran dalam bentuk bukti fisik ( Physical Evidence )
Physical Evidence
adalah hal nyata atupun keadaan dan kondisi yang turut mempengaruhi keputusan
konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Cafe Ragusa Es Italia sendiri
memiliki teknik pemasaran dalam menjual produknya seperti dalam kemasan yang
ditawarkan. Dalam berbagai menu Cafe Ragusa Es Italia menggunakan bungkus atau tempat
penyajian makanan yang terbuat dari coklat sepeti piring, sendok, garpu, mangkok, cup, corn, dan lain-lain. Itu
bertujuan untuk mencari daya tarik yang lebih sehingga pelanggan juga dapat
memakan menu yang dia pesar beserta alat penyajiannya.
2.4.1.3. Hasil Penjualan dari Strategi
Pemasaran Cafe Stiff Chill Gelato
Dalam
usahanya, Cafe Ragusa Es Italia
menggunakan strategi Diferensiasi. Strategi ini pada dasarnya
adalah pengambilan pelanggan sebagai titik perhatiannya. Untuk mencapai hal
tersebut, Maka Cafe Ragusa Es
Italia ini harus menitik beratkan pada usaha meningkatkan
persepsi pembelian akan keunggulan produk, seperti keunggulan kualitas.
Strategi Diferensiasi yang ada pada usaha ini adalah terdapa banyak varian menu
yang diproduksi dan dipasarkan dibandingkan dengan produk lain yang berada satu
tingkatan.
Dengan
adanya keunggulan produk dibandingkan produk lain yang sudah ada, sehingga
mampu menarik konsumen untuk membeli produk tersebut. Hal ini dilakukan untuk
menarik pelanggan dari beberapa jenis usaha lain yang bergerak dibidang yang
sama dalam wilayah yang berdekatan.
Tabel 2.4.1.3. Hasil Penjualan Tahun
2011 s/d 2015
Sumber : Cafe Ragusa Es
Italia
Setelah
melihat tabel tingkat penjualan diatas dapat di jelaskan bahwa pada tahun 2013 mengalami penurunan
sebesar Rp. 3.215.000
dikarenakan perekonomian khususnya di
Jakarta mengalami kendala akibat adanya
beberapa isu-isu. Pada tahun 2014
Cafe Ragusa Es Italia mengalami kenaikan
sebesar Rp. 15.207.000 itu dikarenakan
Cafe Ragusa Es Italia membuat
terobosan baru untuk pemasaran produknya. Pada tahun 2015 kembali mengalami
kenaikan sebesar Rp. 14.548.500 dikarenakan
masyarakat luas sudah mulai mengenal Café
Ragusa Es Italia. Dan pada tahun 2016 Café Ragusa Es Italia mengalami penurunan
yang sangat signifikan sebesar 19.557.000 dikarna munculnya banyak pesaing.
2.5.
Dokumentasi Foto
BAB III
PENUTUP
1
2
3
4
5
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan,
maka dapat disimpulakan bahwa:
1. Sangat
penting bagi seorang pengusaha untuk dapat menentukan strategi dan
langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh guna mempertahankan, memajukan dan
juga meningkatkan usahanya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Apabila
strategi yang dilakukan tidak dapat dilaksanakan dengan baik maka pelaksanaan
yang baikpun tidak memberikan hasil yang memuaskan seperti yang diharapkan.
2. Kekuatan
yang ada pada Ragusa Es Italia
yaitu ; Lokasi yang Strategis, Tenaga Kerja terampil dan Kualitas produk.
Kelemahan ; Kurangnya Promosi, keterbatasan bahan baku produk. Peluang ; Membuka cabang, menambah daftar menu,
Menambah Fasiliatas dan Inovasi Produk. Ancaman ; Pendatang Baru, Faktor pesaing dan harga
bahan baku yang berfluktuatif.
3.2. Saran
Untuk
strategi selanjutnya Cafe Ragusa Es
Italia dapat menggunakan strategi pemasaran yang lebih
agresif dan berorientasi pada pertumbuhan dengan cara mengembangkan pasar
secara intensif melalui kegiatan promosi seperti memanfaatkan media sosial atau
online untuk melakukan promosi dan juga menerima pesanan dalam jumblah yang
besar, sehingga keberadaannya usaha tersebut dan produk dapat lebih luas
dikenal oleh masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah konsumen dan
meningkatkan penjualan.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Arijanto,
Agus., Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis, Edisi ke 3, PT. RajaGrafindo Persada,
Jakarta, 2011.
https://desysuryanidns.wordpress.com/jenis-pasar-latar-belakang-monopoli-etika-dalam-pasar-kompetitif/