Rabu , 22 oktober 2014
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL BESERTA CONTOH KASUS DAN PENYELESAIANNYA
(TUGAS)
Diajukan untuk memenuhi tugas
perkuliahan seni budaya dasar
Disusun
Oleh :
FAUZIATUL ASNI
14214084
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
PENGERTIAN
MANUSIA
•Manusia adalah makhluk ciptaan
Allah yang paling indah dan paling tinggi derajatnya.Manusia diciptakan untuk menjadi
khalifah atau pemimpin di muka bumi ini, atau bahkan di seluruh alam semesta
ini. Apakah artinya predikat paling indah, paling indah itu ? Yang dimaksud
dengan keindahan artinya rasa senang dan bahagia.
.
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
Manusia
sebagai Makhluk Individu adalah Individu yang berasal dari kata “in” dan “divided”.
Dalam bahsa inggris ‘in’ salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan
divided artinya terbagi. Jadi individu ialah suatu kesatuan yang tidak dapat
terbagi dan dalam bahasa latin individu berasal dari
kata individuum, artinya yang tak terbagi. Dalam
bahasa inggris individu berasal dari katain dan divided.katain salah satunya
mengandung pengertian tidak, sedangkan individed artinya terbagi. Jadi individu
artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan.artinya rasa senang dan
bahagia.Dalam arti yang lebih luas predikat paling indah itu dapat diartikan
bahwa tiada satupun makhluk ciptaaan Allah yang menyamai keberadaan manusia
yang mampu mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan di mana pun dan di saat
apapun, baik untuk dirinya maupun untuk makhluk lainnya. Suatu kesatuan.Manusia
sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani,unsur fisik dan
psikis. Unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu
manakala unsur-unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak
disebut lagi sebagai individu. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan
rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.Bila
seseorang hanya tinggal raga, fisik, atau jasmaninya saja, maka dia tidak
dikatakan sebagai individu. Jadi
pengertian manusia sebagai mahluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada
dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak
terpisahkan. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri,
tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata
masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Sekalipun orang itu terlahir secara
kembar, mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama.
Setiap anggota fisik manusia tidak ada yang persis sama, meskipun sama-sama terlahir
sebagai manusia kembar.Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat
fisik yang sama, tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih
detail, maka akan terdapat perbedan-perbedaan. Perbedaan itu terletak pada
bentuk, ukuran, sifat dan lain-lainnya. Kita dapat membedakan seseorang dari
lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik pada perbedaan fisik
maupun psikis.
Ciri seorang individu
dapat juga dikenali lewat ciri fisik dan biologisnya. Lewat ciri fisiklah
dimana seseorang dapat mudah dikenali, dari bentuk wajahnya, warna kulit,
bentuk badan, dll. Kalau dilihat dari sifat atau karakter, ada orang yang
egois, sabar, pendiam, cerewet, dll.
Kasus manusia sebagai makhluk
individu :
Contoh
kasus 1 :
Orang
yang biasa hidup di sederhana di desa berbeda dengan orang sudah lama menetap
di metropolitan.Orang pedesaan umumnya biasa hidup sederhana, memiliki rasa
kekeluargaan yang tinggi , gotong royong antar sesama dan sikap sopan santun
atar masyarakat. Berbeda dengan orang metropolitan yang biasanya memiliki rasa
kekeluargaan yang rendah, cenderung melakukan apa apa sendiri,kurang
bersosialisasi antar masyarakat ,tidak bergotong royong antar masyarakat dan
kurangnya sifat sopan dan santun sibuk dengan urusan pribadi tidak ada rasa bersosialisasi.
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau
makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang
berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai
makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan
masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam
berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat
dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada
diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan
orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak
hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak
mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa
menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan
seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan
sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia
tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku
manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia
memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi
manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Ada
dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial,
yaitu :
a.
Proses Asosiatif, yang terbagi dalam
tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi,
dan akulturasi.
b.
Proses Disosiatif, mencakup
persaingan yang meliputi “contravention” dan
pertentangan/ pertikaian/konflik.
Kasus manusia sebagai makhluk sosial
:
Contoh 1 :
Saat seseorang ingin bergotong royong
membangun masjid yang besar seseorang tersebut tidak mungkin membangun masjid
sendiri maka akan membutuhkan keahlian seseorang lain yang dapat membangun
masjid tersebut dan membutuhkan kerjasama saling bergotong royong antar
masyarakat .
Contoh 2 :
ketika kita kepasar membeli barang
untuk memenuhi kebutuhan yang ingin kita beli pasti kita membutuhkan seseorang yang menjual
barang tersebut. Adanya transaksi jual beli yang terjadi dipasar antara pembeli dan penjual itu adalah
interaksi sosial diatara individu lain dan suatu kelompok atau masyarakat .
A. Kesimpulan
Manusia sebagai makhluk individu memiliki
unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.
Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut
menyatu dalam dirinya.Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial karena
tidak bisa hidup dengan individu, namun ada kalanya manusia bisa menjadi
manusia yang hidup (individu) yang mempunyai sifat yang unik dan berbeda beda,
biasanya manusia menjadi makhluk yang individu itu juga dikarenakan kepentingan
pribadi yang orang lain tidak boleh mengetahuinya. Menurut kodratnya manusia
adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan
yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan dalam
lingkungannya.
Referensi :
Muhammad, Abdulkadir. Ilmu Sosial Budaya Dasar.
Bandung: PT. Citra Aditya Bakti